Lima Alasan Mengapa “Kotaro Lives Alone” di Kotaro Harus Dilihat

Lima alasan mengapa Saya tinggal sendiri di Kotaro harus dilihat

Lima Alasan “Kotaro Lives Alone” Harus Dilihat – Selain drama Korea, drama Jepang juga bisa menjadi alternatif untuk dinikmati saat bosan di rumah. Cerita yang disajikan oleh drama Jepang tidak terlalu menarik dan terkadang merupakan adaptasi dari manga dan anime populer. Salah satu adaptasi drama Jepang terbaru dari manga yang dirilis pada tahun 2021 adalah Kotaro Lives Alone. Baru-baru ini, Kotaro Lives Alone menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Kisah serial ini berkisar pada kehidupan seorang bocah lelaki berusia 5 tahun bernama Kotaro Sato, yang tinggal sendirian di sebuah apartemen kecil di mana anak-anak tidak diperbolehkan. Premis unik ini membuat Kotaro Lives Alone begitu populer hingga menjadi topik hangat bagi banyak orang.

Drama Adaptasi Manga yang Enggak Cringe

Seperti disebutkan di atas, Kotaro adalah serialisasi manga Mami Tsumura “Kotaro and Living Alone,” yang bersikeras untuk hidup sendiri. Beberapa mungkin merasa tidak nyaman untuk beradaptasi dengan drama anime. Ini karena beberapa aspek kartun, seperti kostum karakter dan gaya rambut, mungkin tidak cocok untuk ditonton langsung.

Namun hal tersebut tidak berlaku untuk serial Kotaro Live Alone. Itu tidak menyusut sedikit. Topi besar yang melekat pada sosok Kotaro di manga juga menggemaskan dalam versi live-action ini. Karena itulah serial ini digandrungi oleh mereka yang pernah membaca atau belum pernah membaca manga.

Menyajikan Kisah yang Ringan dan Heartwarming

Lima alasan mengapa Saya tinggal sendiri di Kotaro harus dilihat

Sinopsis Kotaro menceritakan tentang Kotaro Sato, seorang bocah lelaki misterius berusia 5 tahun yang tinggal sendirian di salah satu kamar di apartemen Shimizu S-Pulse. Di Kamar 203, dia tinggal sendirian tanpa orang tua atau walinya. Ini membingungkan banyak penghuni apartemen lainnya, termasuk kartunis Shin Carino, yang tinggal di sebelah Kotaro.

Melalui seri genre kehidupan ini, kami juga akan memperkenalkan berbagai konflik yang dihadapi warga Departemen Shimizu. Selain itu, misteri mengapa Kotaro hidup sendiri pun sedikit demi sedikit terkuak. Namun, misteri dan konflik dalam seri ini sangat ringan sehingga tidak membangkitkan emosi kita saat melakukannya.

Kehadiran Aktor Cilik yang Mencuri Perhatian

Daya tarik terbesar dari serial ini adalah kemunculan Hideto Kawahara, seorang aktor cilik yang memerankan tokoh utama Kotaro Sato. Akting aktor kelahiran tahun 2013 ini sangat natural dan memerankan anak laki-laki berusia 5 tahun yang misterius dengan baik.

Kotaro, yang serius dan lebih dewasa dari usianya, dipanggil dengan penuh kasih oleh Kawahara. Saat melihat Kawahara memerankan Kotaro di episode pertama, saya langsung terobsesi untuk menonton serialnya sampai akhir.

Perkembangan Karakter Berkat “Kotaro Effect”

Selain Kotaro Sato, serial ini memiliki latar belakang yang menarik dan ada banyak karakter yang mungkin relevan bagi penontonnya. Tidak hanya itu, pertumbuhan aktor pendukung yang tinggal di Shimizu Mansion juga sangat menarik. Juga, setelah sering berinteraksi dengan Kotaro.

Hal ini karena tampaknya kepribadian Anda berubah saat Anda berinteraksi dengan Kotaro. Contoh khasnya adalah sosok seniman manga Shin Carino (Yokoyama Yu). Namun, meski terkadang saya menyukai kehormatan, saya sebenarnya salah satu orang yang sangat peduli dengan Kotaro.

Serial Berdurasi Pendek yang Cocok Ditonton Bareng Keluarga

Selain ringan, seri Kotaro yang saya jalani sendiri sangat singkat dan sangat cocok untuk siapa saja yang perlu menikmati banyak pekerjaan di tengah-tengah. Setiap musim pertama dari seri memiliki 10/23 episode. Seluruh rangkaian berlangsung sekitar empat jam dan dapat dilakukan dalam sekali duduk atau dibagi menjadi waktu luang, seperti istirahat makan siang.

Tapi menyarankan dia untuk tinggal sendiri di Kotaro untuk bertemu dengan keluarganya di akhir pekan. Cerita dan konflik dalam serial ini bisa dialami oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Selain itu, serial ini banyak mengandung pesan moral terkait pentingnya menghormati keluarga kita dan orang-orang yang mencintai kita.